Postingan

A Sustainability Analyst: Mapping to Reporting Data

Gambar
As a sustainability analyst for two years at my current company – Atlas Pearls (PT. Cendana Indopearls), I have responsibility to mapping, collecting, analysing, and reporting data for sustainability reporting content – each semester with financial year started Juli – June.   Since this is first ever a role and project at Atlas Pearls, I did well this responsibility. Collecting to reporting we use GRI (Global Reporting Initiative) as a guideline. Every single GRI has difference data and method that are needed. At Atlas Pearls, we collect data for environment section – GRI 301 Materials, GRI 302 Energy, GRI 304 Biodiversity, GRI 305 Emission, and GRI 306 Waste. Meanwhile, for society such as GRI 401 Employment, GRI 402 Labor Management Relation, GRI 403 OHS, GRI 404 Training and Education, and GRI 413 Local Community. 1.       GRI 301 Materials All input materials that are used to support south sea pearl farming – longline system materials, nucleus, an...

One Site, One Mangrove Plantation Project

Gambar
Sebagai perusahaan yang memanfaatkan ruang lingkup pantai dan laut untuk kegiatan operasional – budidaya kerang mutiara laut selatan ( South Sea Pearl Oyster ), kami terus berupaya menjaga kelesatarian biodiversitas dan kualitas tempat kami beroperasi. Salah satu program untuk mendukung komitmen ini yaitu menanam bakau. Bukti komitmen ini kami realisasikan dalam budget CSR setiap tahun. Per Juli 2024 sampai dengan November 2025, kami telah berpartispasi dalam penanaman 1.980 bibit mangrove. Baik bibit berasal dari pihak ketiga atau hasil anakan sendiri di lokasi Pungu Kecil. Third partnership yang kami undang untuk berpartisipasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Thresher Shark Indonesia, Mangrove Arboretum Park, dan Pemerintah Daerah – Dinas Lingkungan Hidup. Tidak hanya menanam tetapi kami dengan pihak ketiga bekerja sama memantau pertumbuhan dan perkembangan dari bibit mangrove untuk mencatat tingkat mortalitas. Kegiatan ini dilakukan di semua lokasi budidaya kecuali di Teluk Al...

Tapak Kaki Pertama di Kabupaten Primadona Timur Indonesia, Via Agenda Kerja

Gambar
  Tengah malam di bandara Ngurah Rai terasa seperti mall yang masih buka di atas jam sepuluh malam. Koper-koper berbaris mengikuti antrian ditarik oleh majikannya, termasuk aku. Agenda kali ini menjadi kunjungan pertama selama dua tahun berkerja di sini sebagai sustainability analyst . Aku tidak mungkin bisa ke sana, jika tidak mendaptkan undangan dari Sustainability Manager baru yang berkantor di sana. Total hampir lima jam untuk sampai di Sorong, setara penerbangan langsung ke Taipei, setelah melakukan penerbangan yang melelahkan dan menaktukan menerjang turbulensi. Tepat pukul enam pagi, kota ini dibasahi hujan yang sedikit lebat. Sedikit risau, karena harus menempuh perjalanan dua jam lagi untuk sampai Waisai – Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat via kapal cepat. Aku menginap satu hari di sini, di sebuah diving resort . Akhirnya, tidak peduli dengan perut keroncongan, tubuh ku otomatis terbaring di atas kasur dan tertidur pulas bak dibius. Pagi yang cerah dengan kicauan burung d...