Sebagai
perusahaan yang memanfaatkan ruang lingkup pantai dan laut untuk kegiatan
operasional – budidaya kerang mutiara laut selatan (South Sea Pearl Oyster),
kami terus berupaya menjaga kelesatarian biodiversitas dan kualitas tempat kami
beroperasi. Salah satu program untuk mendukung komitmen ini yaitu menanam bakau.
Bukti komitmen ini kami realisasikan dalam budget CSR setiap tahun.
Per
Juli 2024 sampai dengan November 2025, kami telah berpartispasi dalam penanaman
1.980 bibit mangrove. Baik bibit berasal dari pihak ketiga atau hasil anakan
sendiri di lokasi Pungu Kecil. Third partnership yang kami undang untuk
berpartisipasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Thresher Shark Indonesia, Mangrove
Arboretum Park, dan Pemerintah Daerah – Dinas Lingkungan Hidup. Tidak hanya
menanam tetapi kami dengan pihak ketiga bekerja sama memantau pertumbuhan dan
perkembangan dari bibit mangrove untuk mencatat tingkat mortalitas. Kegiatan
ini dilakukan di semua lokasi budidaya kecuali di Teluk Alyui, Raja Ampat yang belum
melakukan program penanaman ini.
Bagi kami, sebagai perusahaan
yang memiliki komitmen sustainability dan meningkatkan kualitas hasil
budidaya, maka program penanaman bakau ini adalah langkah yang tepat. Area mangrove
dapat membantu menjaga biodiversitas di lokasi (GRI 304 – Biodiversity)
seperti rumah untuk beberap spesies tertentu dan menjaga kualitas air laut sekitar
perusahaan. Bakau juga mebantu penyarapan karbon sebagai bentuk emission
reduction (GRI 305 – Emission). Selain itu, membantu menjaga tempat tinggal
komunitas lokal dari abrasi dan menjadi peluang ekonomi tersendiri (GRI 413 –
Local Community). Kegitan ini juga sebagai bagian dalam mendukung program
Indonesia yaitu Blue Economy yang telah diluncurkan oleh pemerintah di
era Pak Joko Widodo.
Komentar
Posting Komentar